Ada Perpustakaan yang Instagramable Banget di Kedutaan Belanda, Mampir, Yuk!

Kuningan, Jakarta Selatan itu Instagramable banget. detikTravel singgah ke perpustakaan Erasmus Huis itu beberapa waktu lalu. Perpustakaan itu tak berpindah dari lokasi lama, hanya saja memiliki perwajahan baru, dijamin pangling. Berdesain ala perpustakaan Belanda dengan corak berwarna putih dan coklat, ruangan ini terasa santai dan tenang. Tak sedikit para pengunjung yang mengabadikan momen di perpustakaan ini.

Ada beberapa tempat duduk, ada yang menggunakan meja ada pula ruangan santai. Buku buku terpajang rapi, kebanyakan berbahasa Belanda, namun ada juga buku berbahasa Indonesia dan Inggris. Perpustakaan ini berdiri pada tahun 1981, lalu direnovasi pada November 2018. Mulai saat itulah perpustakaan ini jadi instagramable dan digandrungi para milenial. “Desain seperti ini mulai tahun 2018, 15 November opening-nya, tapi perpustakaan ini sudah ada di tahun 1981, ibu mulai bekerja 85, ibu total di tahun ini 34 tahun. (Dulu) lebih kuno ya sekarang kan memang lebih modern dan terbuka kaca-kacanya bisa kelihatan dari luar kalo yang dulu agak tertutup, dan kalau yang dulu hanya satu pintu, sekarang ada dua pintu bisa masuk,” kata Kepala Perpustakaan Erasmus Huis, Rina Tjokorde.

Perpustakaan ini memiliki dua lantai, namun bagi buku di lantai dua tidak boleh di bawah ke lantai satu. Menurut Rina, sekarang, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat meminjam dan mengembalikan buku, tapi juga jadi tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas.

Setiap hari, pengunjung yang datang berkisar sekitar 67 orang. Erasmus Huis mempunyai tempat kursus bahasa Belanda. Bukubuku yang dipinjam biasanya dari para peserta kursus yang ingin memperdalam bahasa Belanda, namun tak sedikit pengunjung lain yang meminjam buku berbahasa belanda. “Kalau dari kursus, ada kursus kan bahasa Belanda di sini, itu biasanya (buku bahasa Belanda) tingkat pemula itu yg disukai anak anak, tapi kalau yang umurnya kira2 ibu ibu gitu yg berbahasa belanda itu novel-novel, novel ringan tapi dalam bahasa belanda dan penulis belanda tapi kalau opa opa bapak bapak gitu sejarah,” kata Rina.

Tempatnya yang sangat modern menjadi daya tarik pengunjung. Tepat di depan perpustakaan ada kafetaria yang nyaman bersantai. Pengunjung yang datang pun ada yang sudah beberapa kali, ada pula yang baru pertama kali sehingga penasaran untuk datang ke perpustakaan ini, seperti pengunjung bernama Vira. “Mengisi waktu luang aja, lagi libur main saja, sempat melihat karena waktu itu liat di Twitter ramai gitu banyak yang ngomongin perpus ini, jadi ya udah karena dekat coba ke sini,” kata Vira. “Harapannya koleksi bukunya yang bahasa Indonesia, bahasa Inggris bisa ditambah lagi. Terus supaya tetap konsisten aja gitu kaya kebersihannya terus kenyamanannya kaya gitu,” Vira menambahkan.

Lain halnya dengan Lulu yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan di Erasmus, namun baru saja bergabung sebagai anggota di perpustakaan. Dia tertarik karena Erasmus mempunyai tempat yang nyaman untuk membaca. “Ke sini tadinya mau bikin member sekalian ingin menyelesaikan tugas juga kan. Pertama kalinya saya ke sini karena saya liat di Instagram pertama banyak banget acara yang diadakan di sini,” kata Lulu

“Yang paling saya suka sih di sini bisa enak sih tempatnya adem, soal Instagramable sih buat saya nomor sekian sih, yang penting nyamanya sih, soalnya saya orangnya kaya kayanya ntar dulu deh kalo buat foto ya gitu. Saya senang baca sih rencananya abis ini saya ingin meminjam buku terus kaya ini kaya nge-build banget awareness kita buat meningkatkan baca gitu,” tambah Lulu.

Bagi pengunjung yang ingin meminjam buku, harus menjadi member terlebih dahulu. Untuk pelajar, dikenakan biaya Rp 15.000 per tahun, sedangkan untuk umum adalah Rp 30.000 per tahun. Perpustakaan ini berada di dalam Kedutaan Belanda, tepatnya di Jalan H. Rasuna Said Blok C No.3. Kuningan Timur. Akses untuk ke Bukan Perpustakaan Biasa perpustakaan ini juga mudah. Kalau naik busway, traveler bisa turun di halte busway Kuningan Timur, atau kalau naik kereta, traveler bisa turun di Stasiun Cawang. Untuk jam buka, Erasmus Huis hari Senin buka pada pukul 09.00- 12.00. Pada hari Selasa-Sabtu dari jam 09.00-16.00 sedangkan pada hari Minggu tutup

You May Also Like

About the Author: Syella