Apa itu BMI ?

Banyak orang yang sangat memperhatikan berat badannya. Guna mengetahui dan menjajga kesehatan, maka berat badan pun harus selalu diawasi. Menghitung berat badan yang ideal adalah dengna cara BMI. Body mass index (BMI) atau indeks berat badan merupakan besaran yang sering dipakai guna menentukan apakah seseorang mempunyai berat badan ideal atau tidak. 

  1. Pengertian bmi

BMI sendiri merupakan perbandingan antara berat badan seseorang dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badannya dalam meter yang dipakai guna menentukan status berat badan seseorang apakah kurang, ideal, atau bahkan berlebihan.

  1. Fungsi bmi

BMI  dipakai guna memprediksi status berat badan orang dewasa dalam rangka menilai kondisi kesehatan orang tersebut yang bisa dikaitkan dengan resiko terhadap gangguan kesehatan tertentu. Jika mengetahui BMI maka seseorang itu bisa memperkirakan kadar relatif lemak tubuhnya terhadap berat badan idealnya. Mengetahui BMI seseorang juga membuat seseorang itu menentukan target dalam menambah atau mengurangi berat badan dalam usaha mendapatkan berat badan yang ideal.

  1. Status berat badan berdasarkan bmi

Interpretasi status berat badan berdasarkan angka BMI adalah sebagai berikut.

– BMI kurang dari 18,5 artinya berat badan kurang

– BMI antara 18,5 sampai 24,9 artinya berat badan normal atau ideal

– BMI antara 25,0 sampai 29,9 artinya kelebihan berat badan

– BMI 30,0 atau lebih artinya kegemukan atau obesitas

Seseorang yang terlalu kurus atau terlalu gemuk bisa mempunyai resiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan tertentu daripada dengan orang dengan berat badan normal. Seseorang yang kurang berat badannya atau terlalu kurus disarankan untuk menaikkan berat badannya sampai kisaran berat badan ideal. Sebaliknya seseorang yang memiliki berat badan berlebihan atau kegemukan (obesitas) disarankan untuk menurunkan berat badannya sampai kisaran berat badan ideal.

  1. Kekurangan pengguanaan bmi

Penggunaan BMI untuk menginterpretasi status berat badan orang dewasa sebenarnya memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  • BMI tidak mempertimbangkan faktor umur sehingga cenderung terlalu kecil untuk orang lanjut usia.
  • BMI tidak mempertimbangkan faktor massa otot sehingga cenderung terlalu besar bagi olahragawan yang berotot misalnya binaragawan.
  • BMI tidak mempertimbangkan faktor jenis kelamin, sehingga mungkin terlalu besar bagi sebagian pria.
  • BMI tidak mempertimbangkan faktor bentuk rangka tubuh, sehingga cenderung berbeda untuk setiap populasi misalnya postur orang Asia berbeda dengan postur orang Eropa dan Afrika.
  • BMI tidak bisa digunakan untuk orang dengan cacat fisik tertentu, misalnya pada orang yang tidak memiliki kaki.
  • BMI tidak berlaku untuk wanita hamil.
  1. Cara menghitung menggunakan BMI

Contoh menghitung menggunakan rumus BMI adalah sebagai berikut ini : 

Rara memiliki berat badan 80 kg dan tingginya 170 cm maka BMI Rara = (80)/(1,7 x 1,7) = 80/2,89 = 27,68. Berdasarkan kriteria status berat badan maka BMI Rara berada diantara 25,0 dan 29,9 yang atinya Rara memiliki kelebihan berat badan.

Untuk mendapatkan berat badan ideal maka BMI Rara minimal 18,5 dan maksimal 24,9. Dari rumus berat badan ideal berdasarkan BMI ideal maka dapat dihitung berat ideal Rara adalah sebagai berikut.

Berat ideal minimal = 18,5 x (1,7 x 1,7) = 53,46 kg

Berat ideal maksimal = 24,9 x (1,7 x 1,7) = 71,96 kg

Jadi untuk mendapatkan berat badan Ideal Budi harus menurunkan berat badannya minimal 8,04 kg (80 dikurangi 71,96).

You May Also Like

About the Author: Fatih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *